Ticker

6/recent/ticker-posts

Simon Louis Pria Asal London,Rela Donorkan Salah Satu Ginjalnya Kepada Perempuan Yang Ia Cintai

Demi seorang pujaan hati, Simon Louis pria asal London, Inggris, rela mendonorkan salah satu ginjalnya kepada perempuan yang ia cintai, Mary Emmanuelle (41). Namun cintanya ditolak saat Simon melamar Mary untuk menjadi isterinya.

Dilansir Metro.uk, Senin (10/2), Simon dan Mary bertemu di sebuah klub di London saat pertengahan tahun 1990an. Mary yang saat itu berusia 20 tahun menilai Simon (28) sebagai pria yang tampan tapi nakal.

Mereka pun saling melempar rayuan, namun mereka tidak memiliki hubungan yang spesial sebagai kekasih. Seiring berjalannya waktu, mereka tetap berkomunikasi sebagai teman dekat. Mary menganggap Simon adalah sahabat yang baik.

“Dia adalah sahabat terbaik saya dan akan selalu begitu. Cinta di antara kita adalah nyata. Dia rela melakukan apa saja dan rela mati untuk saya,” ujar Mary.

Saat itu Mary sibuk bekerja sebagai sekretaris dan Simon sibuk membantu saudaranya mengelola acara-acara musik. Walaupun Simon saat itu sudah mempunyai kekasih, rupanya perasaan Simon untuk Mary tidak berubah, ia tetap mencintai Mary sama seperti perasaan muncul saat bertemu. Bahkan setiap hari valentine, Simon pun membelikan hadiah bunga dan cokelat untuk Mary.

Pada September 2014, Mary yang berusia 37 tahun itu didiagnosa dokter menderita penyakit ginjal stadium akhir. Ia mengalami pendarahan otak dan kulitnya menjadi kuning, akhirnya ia dirawat insentif di Rumah Sakit Guy di London.

Harapan Mary untuk tetap bertahan hidup hanyalah transplantasi ginjal. Mendengar kabar tentang Mary, Simon pun langsung menjenguk Mary setiap hari. Dengan sabarnya, Simon menggantikan pakaian Mary, menyuapi makan, sampai akhirnya Mary keluar dari rumah sakit pada Januari 2015. Simon pun terus menemani Mary menjalani check up.

“Dia adalah perawat yang hebat. Pada malam hari dia berbaring di tempat tidur, menceritakan kisah lucu dan membuatku tertidur. Kasih dan perhatian yang dia berikan membantuku melewati masa-masa gelap,” ungkap Mary

Setelah kondisi Mary sudah lebih baik, Mary mengajak Simon untuk berlibur ke Spanyol sebagai ungkapan terimakasih. Ditengah mereka liburan, Mary mendapatkan kabar ada seseorang yang ingin mendoorkan ginjalnya, namun Mary tidak dapat kembali ke Inggris tepat waktu sehingga donor ginjal tersebut diberikan kepada orang lain.

Melihat kondisi Mary yang sangat membutuhkan pendonor ginjal, akhirnya Simon memberanikan untuk mendonorkan ginjalnya kepada Mary. Setelah menjalankan operasi, mereka berdua saling membantu satu sama lain untuk kembali sehat. Hingga pada suatu hari, Simon melamar Mary dan memintanya untuk menjadi isterinya, namun Mary menolak permintaan Simon.

“Aku merasa sangat tersanjung karena dia ingin menikah denganku setelah melihatku melalui berbagai hal buruk. Tapi aku mengatakan dengan lembut bahwa aku harus memikirkannya. Aku khawatir jika kita menikah, itu akan merusak persahabatan kita dan aku juga tidak ingin menikah sampai benar-benar sehat,” tutur Mary.

Walaupun Mary menolak, Simon tidak menyesal atas keputusannya karena sudah mendonorkan ginjalnya.

“Aku tidak berpikir dua kali tentang itu. Tidak ada pertanyaan untuk melakukan hal-hal itu pada seseorang yang dicintai. Aku menawarkannya hatiku tetapi aku harus puas karena hanya memberikannya ginjalku. Apapun yang terjadi, aku tak akan pernah menyesali hadiah yang kuberikan untuknya,” pungkas Simon.

Sumber: kumparan



from DETIK INDONESIA http://ift.tt/2H6A8xc
via IFTTT

Post a Comment

0 Comments