Ad Code

Responsive Advertisement

7 Pengkhianat Para Nabi di Sejarah Islam

Halodunia – Seperti yang dituturkan dalam kisah, perjuangan untuk menyebarkan agama Allah SWT tidak pernah mudah. Para Nabi harus menghadapi berbagai cobaan. Mulai dari keluarga yang meremehkan, orang-orang yang mengaku Tuhan, musuh-musuh yang sulit ditaklukkan, dan yang tak kalah buruk adalah para pengkhianat.

Terdapat sederet nama yang dinobatkan menjadi pengkhianat terburuk dalam sejarah Islam. Mereka mendekati para nabi untuk menghancurkan penyebaran agama dari dalam. Beberapa di antaranya bahkan menimbulkan peperangan besar.

Ingin tahu seperti apa apa yang dilakukan para pengkhianat dan seperti apa akhir kehidupan mereka? Simak kisahnya berikut ini!

 

1. Yudas Iskariot yang disalib menggantikan Nabi Isa

ilustrasi kaum Yahudi(theguardian.com)

Membicarakan tentang pengkhianat dalam sejarah Islam, mayoritas orang pasti ingat akan kisah Yudas Iskariot yang mengkhianati Nabi Isa. Lalu sebenarnya siapakah dia?

Nama Yudas Iskariot sebenarnya tidak tertuliskan di Al-Qur’an dan sumber kredibel mana pun dalam Islam. Itulah kenapa ada banyak versi cerita dari pengkhiatannya. Studi dari Online Journal Research in Islamic Studies tahun 2015 menghimpun semua versi tersebut dan mengemukakan kesimpulannya sebagai berikut.

Seperti yang kita tahu, Nabi Isa memiliki begitu banyak mukjizat. Ia bisa menyembuhkan berbagai penyakit, menghidupkan burung dari tanah liat, dan lain-lain. Bersamaan dengan itu, beliau mengajak kaum Bani Israil yang beragama Yahudi untuk mengimani agama Allah SWT. Mereka tidak terima dan marah kepadanya.

Nabi Isa dan pemuda pengikutnya pun dikejar-kejar oleh kaum Bani Israil dan pasukan raja yang saat itu memimpin. Mereka bersembunyi di sebuah rumah. Di saat yang bersamaan, salah satu dari pemuda tersebut berkhianat dan membocorkan tempat persembunyian Nabi Isa. Ia menukar informasi tersebut dengan uang sebesar 30 dirham. Seperti yang kamu duga, ia adalah Yudas.

Sesampainya pasukan di sana, Allah SWT ternyata sudah mengangkat Nabi Isa ke langit untuk melindunginya. Yudas yang berkhianat diubah wajah, penampilan, hingga suaranya agar mirip dengan sang nabi. Pasukan mengira bahwa ia adalah Nabi Isa. Yudas pun menggantikan beliau dibunuh dan disalib.

Sebagai disclaimer, dalam ajaran Islam, Nabi Isa memang tidak mati dan tidak disalib. Salah satu pengikutnya yang berkhianatlah yang menjalani hukuman tersebut. Tidak dikatakan secara rinci apakah itu Yudas atau bukan. Namun berbagai tafsir menunjukkan bahwa itu benar-benar Yudas.

 

2. Kaum Tsamud yang mengkhianati Nabi Saleh

Pengkhianat kedua bukanlah satu orang, melainkan sekelompok kaum bernama Tsamud. Mereka merupakan masyarakat yang tinggal di jalur perdagangan Suriah dan Yaman dan bekerja sebagai pemahat gunung. Mereka juga berada di area yang subur sehingga tak perlu khawatir akan kelaparan.

Sayang sekali, kaum Tsamud dipenuhi dengan orang-orang sombong yang ingkar terhadap Allah SWT. Itulah kenapa Nabi Saleh diutus untuk mengajak mereka kembali ke jalan yang benar. Seperti dugaan, kehadiran sang nabi tidak disambut baik. Beliau dicaci dan dihujat. Ada pula yang mengatainya bodoh.

Kaum Tsamud kemudian membuat satu permintaan kepada Nabi Saleh. Jika beliau berhasil mengabulkannya, mereka berjanji akan memeluk agama Allah SWT. Permintaan tersebut adalah Nabi Saleh harus mengeluarkan atau menciptakan seekor unta dari sebongkah batu.

Atas kuasa Allah SWT, Nabi Saleh berhasil memenuhi permintaan tersebut. Sebagian dari mereka memang menjadi pengikut. Namun sebagian lagi semakin membenci Nabi Saleh diam-diam. Mereka kemudian membunuh unta betina yang sedang hamil itu dengan pedang. Sang nabi memeringatkan bahwa tindakan tersebut akan mendapatkan ganjaran dari Sang Pencipta.

Seakan tak cukup, para pengkhianat ini bahkan berencana membunuh Nabi Saleh. Namun Allah SWT menyelamatkan beliau dan para pengikutnya. Tiga hari setelah Nabi Saleh pergi dari kaum Tsamud, pegunungan tempat mereka tinggal terguncang oleh gempa bumi dan badai. Semua rumah dan tubuh para pengkhianat terkubur tidak bersisa.

 

3. Abdullah bin Ubay, pengkhianat terburuk yang membuat Nabi Muhammad SAW kalah dalam Perang Uhud

ilustrasi Perang Uhud (hizb.org.uk)

Nabi Muhammad SAW menghadapi begitu banyak musuh yang membencinya. Di antara mereka, ada Abdullah bin Ubay. Ia dikenal sebagai ‘pentolan’ pengkhianat di masa Rasulullah. Bukan hanya itu, ia juga dicap sebagai orang yang munafik, yaitu suka berdusta dan mengingkari janji.

Abdullah bin Ubay awalnya akan diangkat menjadi penguasa Madinah. Begitu Nabi Muhammad SAW hijrah ke kota tersebut, pamor Abdullah bin Ubay memudar seketika. Bahkan masyarakat setempat mengangkat Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpinnya. Melihat hal ini, ia pun marah besar. Kebenciannya terhadap sang Rasul semakin memuncak.

Tak seperti Abu Lahab yang menunjukkan rasa bencinya, Abdullah bin Ubay mengaku beriman di hadapan Rasulullah. Namun di balik itu, ia menjelek-jelekkan nabi dan umat Islam. Ia juga sering mengadu domba agar orang-orang menyerang para muslim.

Puncak pengkhianatan Abdullah bin Ubay terjadi ketika Nabi Muhammad SAW dan pasukan sedang dalam perjalanan menuju ke Uhud untuk berperang (Perang Uhud). Ia membelot dan membawa 300 orang bersamanya untuk bergabung bersama musuh. Jadi, pasukan yang semula 1.000 orang berkurang jadi 700 orang.

Hal ini tidak menggentarkan pasukan muslim. Rasulullah dan pengikutnya tetap berperang melawan kaum Quraisy selama kurang lebih 7 hari. Banyak korban berjatuhan, termasuk para sahabat dan keluarga nabi. Akibatnya, pasukan muslim pun mundur dan mengumumkan kemenangan kaum Quraisy.

 

4. Saudara Nabi Yusuf yang mendorongnya ke sumur